oleh

BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Tekhnis Produksi Benih Jagung Bagi Petani Angkatan I, Ini Tujuannya

Mediainfota.Com – Gowa (Sulsel), Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani tentang cara perbenihan Jagung, BBPP Batangkaluku sebagai salah satu UPT Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP kembali menggelar Pelatihan Teknis Produksi Benih ( Jagung) Bagi Petani Angkatan I. Kamis. 12/9/2019.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 7 ( Tujuh) hari efektif mulai dari 11 s/d 18 september 2019 mendatang yang diikuti oleh Ketua / Anggota kelompok tani berjumlah 30 orang peserta yang berasal dari 6 (enam) Provinsi se-Sulawesi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat , Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Foto : Kepala BBPP Batangkaluku Dr. Sabir, S. Pt, M. Si

Kepala BBPP Batangkaluku Dr. Sabir, S.Pt .M.Si, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata BBPP batangkaluku dalam mendorong peningkatan SDM Pertanian khususnya bagi petani untuk peningkatan produktivitas jagung melalui penggunaan benih jagung yang berkualitas/ unggul. Saat ini jumlah produksi jagung per hektar hanya 5-6 ton per hektar padahal dengan potensi luas lahan yang dimiliki dapat meningkatkan produksi jagung sekitar 10 -12 ton per hektar.

“Salah satu cara untuk meningkatkan produksi jagung dengan menggunakan benih yang berkualitas/unggul/ dan berlabel bersertifikat, namun saat sekarang ini masih banyak petani menggunakan benih serampangan/ benih lokal karena harganya murah dan terjangkau sehingga produksi masih dalam kisaran 5- 6 ton per hektar “, katanya lagi.

Melalui Kementrian Pertanian di Bawah Amran Sulaiman , Peningkatan produktivitas jagung sudah mencapai kurang lebih 30 Juta ton dengan pemakaian dalam negeri hanya 23 juta ton untuk konsumsi, untuk kebutuhan bahan industri dan kebutuhan pakan ternak, sehingga masih surplus sekitar 7 Juta ton yang kemudian bisa diekspor ke negara tetangga untuk memenuhi kebutuhan jagungnya, namun produksi tersebut masih bisa ditingkatkan karena potensi lahan yang luas dan produktivitas yang masih bisa di maksimalkan dengan penggunaan benih yang berkualitas karena 30-40 persen keberhasilan budidaya jagung dari penggunaan benih yang berkualitas.

“Diharapkan setelah selasainya pelatihan ini peserta menggunakan benih yang bermutu, berkualitas dan berlabel dan juga mengajak petani yang lain didaerahnya untuk menggunakan benih berkualitas tersebut guna peningkatan produktivitas jagung 10- 12 ton per hektar” ungkap kepala balai mengakhiri sambutannya.(Al-Az).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :