Home / NASIONAL

Rabu, 22 Mei 2019 - 08:39 WIB

Hindari Hoax, Pemerintah Nonaktifkan Media Sosial

Menko Polhukam Wiranto

Menko Polhukam Wiranto

Mediainfo.News.com- JAKARTA, – Untuk menghindari penyebaran berita bohong atau hoax, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan akan menonaktifkan layanan media sosial (medsos).

“Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong di tengah masyarakat luas, akses di media sosial tidak diaktifkan,” kata Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/05/2019).

Wiranto mengatakan pemerintah ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Sebab, Wiranto menyebut adanya upaya adu domba di dalam masyarakat melalui berita bohong di medsos.

“Jangan sampai kita diadudomba sehingga persahabatan, persaudaraan kita di bulan puasa ini berpengaruh,” kata Wiranto.

Namun Wiranto tidak menyebutkan detail medsos apa saja yang dinonaktifkan tersebut. Setelahnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga berada dalam konferensi pers itu memberikan penjelasan tentang peristiwa kericuhan yang terjadi setelah aksi damai di depan Bawaslu pada Selasa, (21/05/2019). (*)

Sumber,(otonominews)

loading...
loading...

BAGIKAN BERITA INI :

BACA BERITA LAINNYA :

Berita

Wakil Bupati Wajo Hadiri Rapat Koordinasi KLH Di Jakarta, Ini Harapannya

NASIONAL

Terkait Kasus Novel Baswedan Perkara Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang disidangkan bersama Kejari Jakarta Utara Sengaja Berbuat “Gaduh Nasional”

Berita

Ini Perolehan Kursi dan Caleg Terpilih DPRD Kab. Soppeng Berdasarkan Penetapan KPU Soppeng Dalam Pleno Terbuka

NASIONAL

Ini Penjelasan Dede Farhan Aulawi Setelah Lakukan Kunker ke Polda NTB

Berita

Kloter 2 Soppeng Tiba Dengan Selamat di Mekah Hari Ini

Berita

Berhasil Bongkar Kartel Besar Internasional, US DEA beri Penghargaan Kepada Polres Metro Jakarta Barat

NASIONAL

PD VIII FKPPI Lampung Gelar Bimtek E-KTA Untuk Seluruh Cabang

NASIONAL

Komjen Pol Agus Andrianto: Pentingnya Sinergitas dalam Mencegah dan Menanggulangi Covid-19