Home / SOPPENG

Rabu, 7 April 2021 - 12:56 WIB

LBH KNPI Soppeng Apresiasi Langkah Kapolri Lakukan Pencabutan Surat Telegram

Mediainfota.com, Soppeng-Beberapa pihak mengecam langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram terkait dengan peliputan media massa di lingkungan Polri. Telegram tersebut akhirnya di cabut setelah banyak yang menilai akan menghalangi kerja media massa.

LBH KNPI Kab.Soppeng mengapresiasi kesigapan Polri mengoreksi surat telegram terkait larangan peliputan kegiatan polisi yang mengandung kekerasan dan kejahatan. Ke depan, aturan berkaitan dengan instansi lain memang perlu ada proses dialog yang harus ditempuh sebelumnya.”ungkap Rusdianto sudirman selaku Direktur LBH KNPI Kab.Soppeng

Setelah menuai kritik, surat telegram Kepala Kepolisian Negara RI mengenai pelaksanaan peliputan yang bermuatan kekerasan dan kejahatan dalam program siaran jurnalistik akhirnya dicabut.

Pencabutan tersebut dituangkan melalui Surat Telegram  ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021 bertanggal 6 April 2021 yang ditandatangani Kepala Divisi Humas Inspektur Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono. Surat telegram tersebut ditujukan bagi para kepala kepolisian daerah (kapolda), secara khusus kepada kepala bidang humas (kabidhumas).

Salah satu poin telegram yaitu melarang menyiarkan tindak arogansi dan kekerasan oleh aparat.

“Terutama poin satu berpotensi menghalangi kinerja jurnalis. Karena di dalamnya tertulis media dilarang menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan kekerasan, padahal seharusnya media menjadi kontrol agar anggota kepolisian bekerja secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan ” ungkap Rusdianto

Rusdianto mengatakan dalam proses penegakan hukum Pidana aparat kepolisian cukup berpedoman pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dimana dalam setiap tindakan penangkapan, penahanan,  penggeledahan badan, Pemasukan Rumah, Penyitaan , dan Pemeriksaan Surat harus sesuai ketentuan Bab V KUHAP Pasal 16 sampai Pasal 49.” Ujarnya

“Meskipun begitu, kita juga memang harus kritisi  tayangan di beberapa stasiun TV swasta yang menayangkan tindakan aparat kepolisian yang arogan dan sedikit represif dalam menindak pelaku kejahatan maupun pelanggaran. Niat Kapolri secara umum sebenarnya sangat baik yang ingin melihat anggota polri melakukan penindakan dengan tetap mengutamakan  pendekatan yang edukatif dan humanis. Namun hal tersebut sebenarnya sudah diatur di beberapa Protap Kapolri maupun aturan disiplin anggota polri “tambah Rusdianto

Sebelumnya, telegram dengan nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 ditandatangani oleh oleh Kadiv Humas Irjen Argo Yuwono atas nama Kapolri. Telegram bersifat sebagai petunjuk arah (Jukrah) untuk dilaksanakan jajaran kepolisian.

Dalam poin-poinnya, Kapolri meminta agar media tidak menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Hal itu termaktub dalam poin pertama dalam telegram tersebut.

Media dilarang menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Kemudian diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis.

Semoga kedepan institusi polri terus berbenah dan dapat bekerja lebih baik lagi dalam upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban diseluruh wilayah indonesia.

Publish : wandi

loading...
loading...

BAGIKAN BERITA INI :

BACA BERITA LAINNYA :

SOPPENG

Bupati Soppeng Hadiri Rapat Paripurna DPRD Dengan Agenda Penyerahan Rekomendasi LKPJ TA. 2019

SOPPENG

Mantap !! Soppeng Kembali Raih WTP Yang Ke Enam Kalinya Dari BPK

SOPPENG

Covid-19, Jam Operasional Warung dan Warkop Serta PKL di Soppeng Dibatasi, Pukul 21.00 Wita Harus Tutup

SOPPENG

Kerja Nyata, Masyarakat Soppeng Beri Dukungan Penuh Kepada Pasangan AKAR-LHD

SOPPENG

Dandim 1423/Spg : Salat Idhul Adha di Soppeng Tetap Terlaksana Namun Harus Ada Ketentuan Yang Harus Diperhatikan

SOPPENG

Bupati Soppeng Jadi Salah Satu Narasumber Dalam Webinar Series KAPSIPI-Talk 1

SOPPENG

Peran Pemandu Wisata dalam Upaya Meningkatkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Soppeng

SOPPENG

Dana ADD dan DD dari 11 Desa di Mario Riwawo Capai Lebih Rp.27 Milyar