Home / PALOPO

Sabtu, 11 Januari 2020 - 18:43 WIB

Oknum Debt Collector BAF Kota Palopo Diduga Melanggar Prosedural Penarikan Kendaraan

Mediainfota. Com, Palopo-Salah Satu Oknum debt collector Perusahaan Pembiayaan BUSSAN AUTO FINANCE yang beralamat di Kota Palopo yang berinisial AN diduga melanggar prosedural penarikan kendaraan bermotor, pasalnya saat melakukan penarikan kendaraan tidak membawa kelengkapan dokumen penarikan kendaraan nasabah atas nama Jumardi dan secara tiba-tiba mendatangi Rumah nasabahnya yang tinggal di Tanarigella Kecamatan Bua Kab Luwu pada jam 11.00 pagi, Jumat (10/01/2020).

Menurut keterangan Jumardi mengatakan oknum debt collector yang berinisial AN datang kerumahnya untuk melakukan penarikan sebuah kendaraan bermotor dengan alasan Jumardi sudah menunggak pembayaran selama 4 bulan padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan lewat percakapan WhatsApp untuk bisa membayar angsuran di akhir bulan januari namun oknum debt collector tersebut datang secara tiba tiba kerumah jumardi jumat pagi dan menemui istrinya yang sedang berada di rumah. Atas kejadian itu jumardi pun sangat keberatan dengan sikap oknum tersebut yang telah melakukan penarikan kendaraan tanpa sepengetahuannya.

Mengetahui ada oknum debt collector dirumahnya, jumardi mencoba menelpon istrinya kemudian berbicara langsung dengan oknum debt collector tersebut dan menanyakan kepadanya “Apakah bapak ingat kesepakatan kita 2 hari yang lalu dan apakah bapak Punya Sertifikat Fudisia / Surat surat melakukan penarikan atau penyitaan kendaraan ?” Kemudian AN menjawab “tidak” ada di kantor, katanya.

Mendengar hal itu jumardi pun menduga ada pelanggaran Prosedural penarikan kendaraan dan menduga terjadi perampasan kendaraan bermotor tanpa ada surat atau dokumen yang dibawa oleh oknum debt collector tersebut sebagai bukti adanya perintah penarikan dari leasing BAF.

“Karena saya merasa ada kejanggalan maka saya coba untuk bertanya ke pimpinanannya di saat saya sedang nelpon rupa-rupanya “AN” mengarahkan istri saya untuk bertanda tangan di salah satu kertas yang dia bawa yang mana saya tidak tau apa isinya kemudian dia pergi membawah motor saya”, Ungkapnya.

Lanjut jumardi mengatakan sepengetahuan saya syarat untuk mengeksekusi kendaraan bermotor adalah sudah terdaftar fidusialnya, sudah dibayarkan PNPB-nya , kemudian sudah juga keluar sertifikat fidusianya, jadi selama belum didaftarkan, dan sertifikat fidusianya ( Tidak Ada ) maka ia tidak bisa mengeksekusi sendiri ,itu juga termasuk hak konsumen kalau tidak ada sertifikat maka tidak bisa dieksekusi.

“Di sini saya merasa keberatan maka pada saat itu juga saya langsung melakukan pengaduan ke kantor polsek terdekat. karena saya merasa kecewa atas kejadian ini. Ungkap Direktur Teropong Sulsel Jaya.
(***)

loading...
loading...

BAGIKAN BERITA INI :

BACA BERITA LAINNYA :

PALOPO

Bhabinkamtibmas Polsek Wara Utara Polres Palopo Rutin Sambang Ke Warga Binaannya, Ini Yang di Sampaikan

PALOPO

Satlantas Polres Palopo Gelar Latihan Pra Operasi Keselamatan 2020, Ini Tujuannya

PALOPO

NA Ajak Masyarakat Palopo Ciptakan Daya Tarik Investor Masuk di Luwu Raya

PALOPO

Kapolres Palopo gelar Coffe Morning Bersama Satuan Lalulintas, Ini Yang di Bahas

PALOPO

Magang Selama 1 Bulan, Polres Palopo Lepas Mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto

PALOPO

Nurdin Abdullah Akan Jadikan Seko Segi Tiga Emas

PALOPO

Antisipasi Munculnya Kerawanan Kejahatan Di Sekolah, Bhabinkamtibmas Polsek Wara Polres Palopo Lakukan Ini

PALOPO

Polsek Jajaran Polres Palopo Lakukan Sosialisasi Kartini Run 2020 Dengan Memasang Spanduk